Asuhan Keperawatan Infeksi

ASUHAN KEPERAWATAN INFEKSI

Infeksi merupakan Invasi dan poliferasi mikroorganisme pada jaringan tubuh. mikroorganisme yang menginvasi dan berpoliferasi pada jaringan tubuh yang disebut sebagai agens infeksi. apabila mikroorganisme tidak menimbulkan tanda dan klinis penyakit, infeksi yang ditimbulkan disebut infeksi asimtomatik atau subklinis. beberapa infeksi subklinis dapat menyebabkian gangguan yang sangat bermakna, sebagai contoh infeksi sitomegalo virus (CMV) pada wanita hamil dapat mengakibatkan penyakit tertentu pada janinnya. meskipun demikian, gangguan yang terlihat jelas pada fungsi jaringan nornal disebut penyakit. (Kozier, 2015)

Jenis Mikroorganisme Yang menyebabkan INFEKSI (Kozier, 2015) :


  1. Bakteri merupakan mikroorganisme yang paling sering menyebabkan infeksi, contohnya di bagian kulit ada Staphylococcus epididimis , di bagian usus ada bakteri Bacteroides dan Escherichia coli.
  2. Virus terutama tersusun atas asam nukleat sehingga untuk memperbanyak diri harus masuk ke dalam sel hidup, contoh nya HIV , Hepatitis dan Herpes.
  3. Jamur meliputi ragi dan kapang,. contohnya Candida albicans yang merupakan ragi dan dianggap sebagai flora nornal pada Vagina manusia.
  4. Parasit hidup pada organisme hidup yang lain. contoh protozoa sebagai penyebab Malaria, cacing dan arthropoda (tungau, pinjal, sengkenit)

Infeksi ini bisa terjadi karena ada Agens Penyebab mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit yang memasuki pintu reservoir atau sumber yaitu sebagai host atau pejamu yaitu individu atau manusia yang selanjutnya agens meninggalkan dan keluar melalui pintu keluar dari reservoir yang biasa kita sebut area bagian tubuh seperti saluran napas, saluran cerna, saluran kemih, saluran reproduksi, darah, dan jaringan. cara penyebarannya  dapat melalui perantara atau benda mati, penyebaran lewat vektor (hewan , serangga terbang), dan penyebaran lewat udara.
Ketika tubuh inang (individu) rentan, hal tersebut akan menyebabkan infeksi. (Kozier, 2015)


Berikut ini adalah Diagnosa dan Intervensi Menurut Nanda-I , NIC, dan NOC

DX  : Resiko Infeksi berhubungan gangguan integritas kulit
KH : Setelah dilakukan tindakan keperwatan selama 3 x 24 jam diharapkan masalah resiko infeksi berhubungan dengan gangguan integritas kulit dapat teratasi dengan KH :


  1. Pengendalian Infeksi teratasi ditandai dengan tanda infeksi tidak muncul
  2. Luka pada integritas kulit menunjukan luka yang bagus (terlihat merah)
  3. Luka mengeluarkan push 
Intervensi :

1. Identifikasi jenis luka pasien
R : untuk mengetahui derajat luka pasien dan infeksi yang dialami

2. berikan perawatan luka
R: mencegah terjadinya resiko infeksi

3. berikan asupan nutrisi yang adekuat
R: agar luka tersebut cepat sembuh dan menunjukan perkembangan

4. berkolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi antibiotik sesuai indikasi
R : mempercepat proses penyembuhan luka dan menurunkan tingkat resiko infeksi

5. edukasi keterkaitan keluarga untuk membantu proses penyembuhan luka
R ; agar pasien dan keluarga bisa mandiri untuk merawat klien dirumah 


Sumber :

Kozier. 2015
Nanda-I , NIC , NOC








Komentar